Harga Cabai di Pasar Tradisional Kendari Bervariasi

oleh

KENDARI  – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) masih bervariasi jelang bulan Ramadan 1443 Hijriah.

Nanda, seorang pedangan di pasar Andonohu mengatakan, harga cabai masih tergolong standar. Cabai rawit Rp 40 per kilo sudah standar harganya.

“Kalau banyak barang harganya juga pasti normal. Hanya saja cabai keriting naik perkilo Rp 40 ribu dari harga Rp 30 ribu,” ucap Nanda saat ditemui di pasar Anduonohu, Jumat (10/3/2022).

Ia memastikan, mendekati bulan puasa harga cabai keriting akan naik hingga mencapai Rp 80 ribu per kilo.

Rosniah, seorang pedagang di pasar panjang mengatakan cabai rawit harganya normal, namun cabai keriting dan cabai besar untuk saat ini harganya masih naik.

“Harga normal hanya cabai rawit Rp 40 ribu per kilo. Cabai besar dan cabai kering Rp 50 ribu per kilo, harga awal Rp 40 ribu,” kata Rosniah.

Kata dia, seminggu sebelum puasa harga cabai rawit, cabai besar dan cabai keriting akan naik. Biasanya, harga cabai rawit bisa naik hingga Rp 120 ribu per kilo.

“Tahun lalu, 1 atau 2 minggu sebelum puasa harganya naik tapi tergantung dari barangnya juga,” ujarnya.

Senada dengan itu, Siti (62) pedagang di pasar Mandonga membeberkan, cabai besar harganya naik karena stoknya langka. Harga cabai rawit kadang naik kadang turun. Namun harganya masih terbilang normal.

“Cabai rawit kadang naik kadang turun dengan harga Rp 35 ribu, tapi itu masih normal. Kalau cabai besar naik hingga Rp 40 ribu dan barangnya langka.” ungkapnya.

Siti mengaku, biasanya awal bulan Ramadan, harga cabai besar, cabai rawit naik dari Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu. Sedangkan untuk cabai kriting biasanya naik dari Rp 50 per kilo hingga Rp 60 ribu per kilo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *