BI Sultra Dorong Penggunaan QRIS di Lingkungan Kampus dan Sekolah

oleh
BI Sultra mengajak kerjasama sejumlah perguruan tinggi dan sekolah di Sultra untuk mendorong perluasan transaksi nontunai melalui QRIS.

KENDARI – Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulawesi Tenggara (KPw Sultra) mensosialisasikan sistem pembayaran digital Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di lingkup kampus Universitas Halu Oleo (UHO), Kamis (15/6/2023).

Selain UHO, sosialisasi tersebut juga mengajak sejumlah perguruan tinggi dan sekolah untuk terlibat diantaranya, Universitas Muhammadiyah Kendari (UMK), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari, Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra), Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) 66 Kendari dan Universitas Sembilan belas November (USN).

Sedangkan sekolah yang di maksud yakni seperti SMAN 1 Kendari, MAN 1 Kendari dan SMA Kartika.

Dalam kesempatan itu, dilakukan penandatanganan piagam kesepahaman antara pihak BI Sultra bersama perguruan tinggi dan sekolah sebagai bentuk komitmen dalam mendorong perluasan transaksi nontunai melalui QRIS agar sistem pembayaran bisa menjadi lebih mudah dan cepat di lintas sektor termasuk dunia pendidikan.

Kepala BI Sultra, Doni Septadijaya menjelaskan melalui program QRIS go to campus tersebut pihaknya berupaya melakukan pengenalan produk kanal pembayaran QRIS pada dunia kampus dengan sasaran mahasiswa dan juga seluruh civitas akademikanya.

“Namanya juga QRIS go to campus jadi bagaimana kami ingin melakukan yang melakukan desiminasi mengenai produk kanal pembayaran QRIS kepada dunia perkuliahan,” kata Doni.

Dengan masuknya QRIS di dunia perkuliahan, kata dia, mampu menyebarkan dan mengedukasikan ke masyarakat, maupun di tempat asal para mahasiswa itu.

“Pengguna QRIS saat ini sekitar 95 ribu user baru, targetnya kami 120 ribu pertahunnya,” ungkap Doni.

Sementara itu, di tempat yang sama, Rektor UHO, Muhammad Zamrun Firihu juga menuturkan, pihaknya bakal terus mendukung program QRIS ini, sebab program ini dinilai amat berguna untuk lingkungan kampus.

“Masyarakat berpendidikan itu paling tidak bisa menjadi agen atau yang mentransformasikan kepada masyarakat sehingga penggunaan QRIS di masyarakat semakin meningkat di tahun-tahun yang akan datang,” ujar Zamrun.

Rektor pun menyebut pihaknya akan mengintegrasikan sistem pembayaran SPP dan UKT mahasiswa yang selama ini juga dilakukan secara elektronik. Selain itu, pembayaran gaji dan honor tenaga pengajar maupun lainnya juga akan menggunakan QRIS kedepannya.

“Sehingga pengguna QRIS di Sultra dapat meningkat pesat,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *