Pertumbuhan Ekonomi Tahun Lalu 3,69 Persen, Tahun Ini Diproyeksi 5,2 Persen

oleh

 

JAKARTA, – Adanya kombinasi antara perbaikan kesehatan, pemulihan mobilitas, dan stimulus fiskal mengakselerasi pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2021. Hal tersebut sejalan dengan berlanjutnya pemulihan ekonomi global.

Terjaganya pemulihan ekonomi nasional utamanya didukung oleh keberhasilan pengendalian pandemi, partisipasi masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan, dan vaksinasi.

Di samping juga adanya efektivitas stimulus fiskal serta baik kebijakan otoritas dalam kaitannya dengan sinergi dan percepatan pemulihan,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu sebagaimana dilansir dari laman kemenkeu.go.id.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian nasional triwulan IV tahun 2021 tumbuh 5,02 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Secara tahunan atau quarter-to-quarter (qtq), pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2021 mampu tumbuh 1,06 persen dibandingkan triwulan III 2021.

Pola ini berbeda dengan pertumbuhan triwulan IV tahun 2015-2019 yang rata-rata minus 1,7 persen. Fenomena tersebut dikarenakan tingkat kasus Covid-19 yang sangat tinggi pada triwulan III 2021 yang berdampak pada aktivitasnya ekonomi akibat keterbatasan mobilitas masyarakat.

“Q4 (triwulan IV 2021) yang tumbuh cukup tinggi karena mengkompensasi seluruh kegiatan di Q3 (triwulan III 2021) karena kasus pandemi dan kepadatan penduduk yang terbatas,” ujar Kepala BPS Margo Yuwono.

Secara teori, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2021 mencapai 3,69 persen. Capaian ini jauh lebih baik dibandingkan kondisi 2020 yang terkontraksi 2,07 persen.

“Capaian tersebut sejalan dengan pandangan Kementerian Keuangan,” kata Febrio.

Berkaca dari kinerja perekonomian di tahun 2021, Febrio optimis kinerja perekonomian di tahun 2022 akan meningkat kuat dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 5,2 persen. Penguatan investasi dan ekspor serta pemulihan pemulihan masyarakat akan mendukung kinerja ekonomi 2022.

Hal ini tentunya harus didukung oleh upaya pengendalian pandemi yang menyeluruh, termasuk dengan percepatan vaksinasi secara masif. Selain itu, reformasi struktural juga harus terus diimplementasikan secara konsisten dan komprehensif,” ujar Febrio.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *