OSS-RBA, Sistem yang Integrasikan Seluruh Pelayanan Perizinan Berusaha

oleh
Aplikasi Online Single Submission (OSS) Risk Based Approach (OSS-RBA)/Ist.

KENDARI – Peran investasi dalam pertumbuhan ekonomi mempunyai andil yang penting. Adapun peran investasi diantaranya adalah menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat, perputaran ekonomi menjadi merata dan meningkatkan produk domestik bruto.

Ada begitu banyak upaya yang sudah dilakukan oleh pemerintah guna mendorong pertumbuhan ekonomi melalui investasi.

Salah satu kebijakan strategis yang diambil pemerintah adalah dengan melakukan reformasi regulasi atas perizinan berusaha, yaitu dengan menerapkan tiga prinsip menerapkan konsep perizinan berusaha dengan pendekatan berbasis risiko, menyederhanakan berbagai persyaratan dasar, dan penyederhanaan dari persyaratan investasi.

Reformasi regulasi tersebut adalah salah satunya melalui Pelaksanaan UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker) yang pada saat ini berlaku Perppu Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja.

Dalam UU Ciptaker terdapat 11 klaster yang salah satunya adalah mengenai peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha.

Dalam perjalanannya, pemerintah menciptakan sebuah sistem terintegrasi secara elektronik dengan seluruh kementerian atau lembaga negara hingga daerah (Pemda) di Indonesia.

Sistem tersebut dikenal dengan Online Single Submission (OSS) yang kemudian berkembang menjadi Online Single Submission (OSS) Risk Based Approach (OSS-RBA) atau perizinan berusaha berbasis risiko.

OSS-RBA menggantikan OSS pertama atau OSS 1.0 pada tahun 2018 dan OSS 1.1.

OSS-RBA sendiri adalah perizinan berusaha yang diberikan kepada pelaku usaha untuk memulai dan menjalankan kegiatan usahanya yang dinilai berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha.

Selain itu, salam OSS-RBA terdapat pembagian skala usaha dengan kriteria yang terdiri dari usaha mikro: modal usaha kurang dari 1 milliar, usaha kecil: modal usaha 1-5 miliyar, usaha menengah: modal usaha 5-10 miliar serta usaha besar: PMA atau PMDN dengan modal usaha lebih dari 10 Miliar.

Dengan adanya OSS-RBA ini nantinya akan mempermudah pengurusan berbagai perizinan berusaha baik prasyarat untuk melakukan usaha (izin terkait lokasi, lingkungan, dan bangunan), izin usaha, maupun izin operasional untuk kegiatan operasional usaha di tingkat pusat ataupun daerah dengan mekanisme pemenuhan komitmen persyaratan izin.

Kemudian memfasilitasi pelaku usaha untuk terhubung dengan semua stakeholder dan memperoleh izin secara aman, cepat dan real time,

Kantor DPMPTSP Provinsi Sultra/Ist.

Lalu, OSS-RBA memfasilitasi pelaku usaha dalam melakukan pelaporan dan pemecahan masalah perizinan dalam satu tempat, serta memfasilitasi pelaku usaha untuk menyimpan data perizinan dalam satu identitas berusaha (NIB).

Visi tersebut tengah dijalankan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Dinas yang dikomandoi Parinringi ini terus melakukan sosialisasi OSS-RBA menyeluruh baik untuk pelaku usaha skala kecil, menengah, hingga besar.

Para pelaku usaha saat ini pun tentu kita tidak asing dengan penggunaan layanan OSS. Kemudahan perizinan berusaha berbasis elektronik ini telah dimulai sejak 2018 dengan peluncuran OSS Versi 1.1 yang merupakan pelaksanaan dari Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018. Namun, pada penerapannya sistem OSS 1.1 belum benar-benar terpusat.

Dengan semangat inilah, Sistem OSS 1.1 kemudian dapat disempurnakan dengan OSS-RBA sebagai entitas dari Peraturan BKPM Nomor 5 Tahun 2021 tentang Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.

Untuk mengenalkan sistem baru ini, DPMPTSP Sultra terus aktif melakukan sosialisasi dikarenakan pelaku usaha yang ada masih banyak yang menggunakan OSS 1.1 dalam memberikan laporan kegiatan penanaman modal.

“Kegiatan sosialisasi dan bimtek yang dilaksanakan selama ini sangat membantu pelaku usaha dimana versi OSS 1.1 menjadi OSS-RBA jadi semua data-data yang masih data lama bisa migrasi datanya ke sistem yang baru,” kata Kabid Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Informasi, Rasiun, belum lama ini.

Lanjut Rasiun, sistem yang diluncurkan pada 2021 lalu ini menuntut pelaku usaha untuk menyesuaikan diri.

“Kalau sistem OSS 1.1 kemarin itu satu kegiatan bisa memenuhi beberapa Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KLBI), dengan adanya OSS-RBA ini satu perusahaan harus satu juga KLBI-nya kalau dua atau lebih tidak bisa login,” bebernya.

OSS-RBA dan OSS 1.1 memiliki beberapa perbedaan yang signifikan. Pertama, OSS-RBA mengintegrasikan permohonan layanan perizinan pada laman OSS-RBA. Sebelumnya, hal tersebut harus dilakukan pelaku usaha kepada instansi terkait. Kedua, pada OSS-RBA pelaku usaha dapat mengetahui jangka waktu untuk memohonkan izin.

Ketiga, OSS-RBA dapat menerbitkan NIB, sertifikat standar, atau izin kepada pelaku usaha tergantung klasifikasi risiko usaha yang bersangkutan. Sebelumnya, OSS 1.1 hanya menganut NIB dan izin. Keempat, OSS-RBA juga mengintegrasikan beberapa permission pada pelaku usaha. Contoh, sertifikat standar telah tergabung dengan NIB pada OSS-RBA.

Kabid Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal dan Informasi DPMPTSP Sultra, Rasiun/Ist.

“Untuk pendaftaran di OSS-RBA cukup sederhana dan fleksibel pelaku usaha hanya butuh memiliki KTP, NPWP dan susunan direksi perusahaan lalu mendaftar sudah bisa dapat NIB,” ujar Rasiun.

Menurutnya, sistem ini akan mempermudah dan mempersingkat waktu pengurusan perizinan, sehingga kedepan diharapkan mampu memperbaiki iklim berusaha, dan melancarkan pendirian usaha.

Dalam sistem OSS-RBA, perizinan usaha dibedakan berdasarkan 4 tingkat risiko yaitu kegiatan usaha dengan risiko rendah, menengah rendah, menengah tinggi, dan tinggi.

DPMPTSP Sultra sendiri membuka peluang dan pilihan perizinan, untuk pengurusan perizinan mulai dari omset di bawah Rp500 juta, atau kategori usaha mikro, menengah, hingga lini usaha skala besar.

“Layanan OSS ini sudah terukur dengan beberapa spesifikasi didalamnya. Pengurusan OSS dimudahkan, Jika tidak memahami alurnya, bisa berkoordinasi langsung dengan PTSP Provinsi Sultra, jika domainnya Provinsi. Begitupun jenis usaha kecil diluar dari primer, sekunder dan tersier proses perizinannya di kabupaten dan kota,” kata Rasiun.

OSS-RBA ini menyediakan beberapa layanan seperti, penerbitan perizinan berusaha berbasis risiko, penerbitan perizinan berusaha berbasis risiko untuk usaha mikro dan kecil, pengembangan usaha, merger, konsolidasi, dan likuidasi usaha.

Dalam fasilitas penanaman modal, OSS-RBA telah menyediakan fasilitas fiskal dan non-fiskal yang mencakup beberapa layanan seperti, layanan fiskal yang terdiri dari pembebasan bea impor untuk mesin/barang/bahan, tax holiday dan tax allowance, fasilitas fiskal di kawasan ekonomi khusus, penyelenggaraan kegiatan penelitian, penyelenggaraan kegiatan praktek kerja/magang dan investment allowance.

Untuk layanan layanan non-fiskal terdiri dari rekomendasi status izin tinggal kunjungan menjadi izin tinggal terbatas; dan rekomendasi status izin tinggal terbatas menjadi izin tinggal tetap.

Tentunya, dengan adanya OSS-RBA akan mempercepat proses perizinan dan pengurusan investasi dengan menyatukan semua perizinan di satu tempat.

Calon investor tidak perlu lagi mengurus perizinan secara terpisah di beberapa instansi, melainkan hanya di OSS-RBA. Program ini juga menyediakan layanan online yang memungkinkan pelaku usaha untuk mengajukan perizinan dari mana saja dan kapan saja.

OSS-RBA membuka peluang besar bagi investor untuk berinvestasi di sektor-sektor strategis di Indonesia, termasuk di wilayah Sultra. ***/Adv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *