DPMPTSP Paparkan Potensi Investasi Sektor Kelautan dan Perikanan di Sultra

oleh
Kepala DPMPTSP Sultra Parinringi.

KENDARI, BisnisSultra.com – Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Sultra, jumlah tangkapan yang diperbolehkan (JTB) di perairan Sultra kurang lebih 542.000 ton per tahun.

Dari angka tersebut, jumlah yang baru dapat dimanfaatkan sebesar 210.380 ton per tahun atau 38,76 persen. Angka ini didapat dari berbagai jenis ikan bernilai ekonomis tinggi.

Umumnya pemanfaatan potensi ini dilakukan oleh nelayan kecil dengan menggunakan alat pancing dan jaring insang.

Dengan pemanfaatan potensi perikanan yang baru mencapai 38,76 persen ini, Kepala DPM PTSP Sultra, Parinringi mengatakan, hal tersebut menjadi peluang bagi para investor untuk melakukan investasi. Diharapkan dengan masuknya investasi dapat meningkatkan produksi perikanan di wilayah Sultra.

“Peluang investasi penangkapan di laut dalam atau lepas pantai antara lain alat tangkap purse seine dan rumpon laut dalam,” terang Kepala DPM PTSP Sultra, Parinringi, Senin (18/7/2022).

Parinring merinci, sejumlah hasil laut di seluruh wilayah perairan Sultra di antaranya udang, ikan tuna, ikan cakalang, ikan tongkol, ikan kakap, ikan tenggiri, ikan kerapu, ikan baronang, ikan hias, dan cumi-cumi.

Mantan Kepala Dinas Kesbangpol Sultra ini mengatakan, selain sejumlah hasil ikan tersebut, laut Sultra juga potensial untuk pengembangan rumput laut. Seluruh wilayah Sultra yang memiliki laut meliputi Konawe, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Buton Utara, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah, Muna, Muna Barat, Bombana dan Kolaka memiliki potensi untuk pengembangan rumput laut.

Total produksi rumput laut di seluruh wilayah Sultra diperkirakan mencapai 146.856 ton per tahun. Jumlah ini berasal dari lahan produksi seluas kurang lebih 12.238 hektar. Angka ini didapat dengan asumsi tingkat produksi rata-rata 3 ton per hektar per tanam dengan jumlah tanam rata-rata 4 kali per tahun. Rumput laut jenis Eucheuma Cottoni merupakan yang mendominasi dibudidayakan warga. (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *