Ini Tiga Tips Hadapi Kenaikan Harga Bahan Pokok ala Sandiaga Uno

oleh
Sandiaga Uno. (Foto: dok. Istimewa)

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno memberikan tiga tips untuk ibu-ibu atau emak-emak dapat menghadapi inflasi dan naiknya harga bahan pokok yang terjadi belakangan ini.

Hal tersebut disampaikan dalam acara workshop Kabupaten/kota (KaTa) Kreatif di Perpustakaan Soeman HS, Pekanbaru. Dalam acara tersebut, ibu-ibu atau emak-emak mengeluhkan banyaknya harga kebutuhan pokok yang naik misalnya telur, tepung, dan cabai. Selain itu komoditas seperti gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar juga mulai mengalami kelangkaan.

“Kedua, buka silaturahim untuk mendapat alternatif bahan pokok yang lebih terjangkau. Ketiga, be a financial leader. Coba berinvestasi, pastikan modal, mulai dari gaji, aset yang dimiliki hingga tanggungan, tagihan, dan utang,” kata Sandiaga, dikutip dari Instagram pribadinya @sandiuno, Selasa (23/8/2022).

Politikus yang juga seorang pengusaha ini pun optimistis dengan dilakukannya tiga tips tersebut seluruh pihak bisa melewati inflasi dengan baik. Diantaranya melalui berbagai inovasi, adaptasi, dan kolaborasi serta kebijakan yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu.

Bahkan ia percaya bahwa ekonomi kreatif akan tetap menjadi lokomotif dengan menciptakan jutaan lapangan pekerjaan meski sedang terhalang inflasi. “Walaupun pemulihan ekonomi kita terhalang inflasi tapi saya optimis, sebagai daerah penghasil SDA terbesar di Indonesia, saatnya ekonomi kreatif menjadi lokomotif penciptaan 4,4 juta lapangan kerja baru sampai 2024,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Pengendali Inflasi Pusat (TPIP) Airlangga Hartarto menuturkan, inflasi di Indonesia masih cukup terkendali di tengah tantangan peningkatan inflasi berbagai negara. Menurut Airlangga, pengendalian inflasi tahun ini dilakukan dengan penuh tantangan.

Setelah berhasil mengatasi dampak pandemi Covid-19, tantangan pengendalian inflasi muncul akibat disrupsi rantai pasok maupun kenaikan harga komoditas sebagai imbas kondisi geopolitik global. Airlangga mengaku, tekanan inflasi juga terjadi di Indonesia.

Untuk diketahui, inflasi Indonesia sebesar 4,94 persen. Nilai tersebut lebih kecil daripada inflasi di Singapura dan Rusia yang berkisar 6,7 hingga 15,1 persen.

Meski begitu, Airlangga menyebut inflasi di Indonesia masih terkendali. Salah satunya karena langkah kebijakan APBN mempertahankan harga energi domestik atau shock absorber.

Sumber: Jawa Pos

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *