Bupati Muna Harapkan Penerimaan PBB-P2 Tahun Ini Lebih Besar

oleh
Penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2 tahun pajak 2022, di aula Pemda Muna, Senin (25/7/2022).

MUNA – Bupati Muna, LM Rusman Emba mengharapkan agar penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) tahun ini lebih besar daripada tahun-tahun sebelumnya.

Harapan tersebut disampaikan 01 Bumi Sowite itu saat rangkaian acara penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) PBB-P2 tahun pajak 2022, di aula Pemda Muna, Senin (25/7/2022).

Bupati Muna mengatakan, tahun 2021 penerimaan PAD Kabupaten Muna khususnya dari sektor PBB berjumlah Rp1.995.404.267 lebih besar dari penerimaan tahun 2020 sebesar Rp1.592.482.768.

“Dengan naiknya NJOP tahun 2022 ini mengakibatkan kenaikan besaran ketetapan PBB. Maka besar harapan kita, penerimaan PBB-P2 pada tahun ini juga bisa lebih besar dari tahun sebelumnya,” harapnya dikutip dari Edisi Indoensia.

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut Bupati dua periode ini, perlu kerjasama dan partisipasi dari semua pihak.

“Saya harapkan para Camat, setiap saat bisa memonitoring perkembangan masing-masing wilayahnya, agar dapat meminimalisasi potensi-potensi permasalahan,” tandas politisi PDI Perjuangan tersebut.

Sementara, Plt Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Muna R Lumban Gaol menerangkan, penyerahan SPPT tahun 2022 sempat tertunda dari jadwal yang sudah dijadwalkan pada Juni 2022, hal itu disebabkan karena badan pendapatan, terus melakukan pembenahan data, dalam upaya peningkatan PAD dari sektor PBB.

Peningkatan PAD dari sektor PBB diantarannya, penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP), dimana penyesuaian dilakukan karena masih rendahnya nilai tanah, yang terdaftar pada aplikasi PBB, yang ada diwilayah Kabupaten Muna.

“Penyesuaian NJOP bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Muna, dimana penyesuaian NJOP mengakibatkan naiknya ketetapan PBB, untuk masing-masing objek pajak, dimana ketetapan PBB tahun 2021 sebesar Rp 2.854.963.038 naik menjadi Rp 6.512.600.499 pada tahun pajak 2022,” jelas dia.

Kemudian, sambung Lumban, melakukan verfikasi PBB yang bermasalah, dengan tujuan agar SPPT yang bermasalah, menjadi piutang menyebabkan temuan BPK dan menjadi keluhan para kolektor.

“Disamping itu, masih banyak tanah yang sudah bersertifikat, belum sempat masuk dalam PBB saat ini. Namun, kami sudah membangun kesepakatan dengan BPN, untuk melakukan konsolidasi data, artinya kedepan jumlah objek pajak kami pastikan akan meningkat,” tutupnya.

Untuk diketahui, dalam kegiatan tersebut, Bupati Muna beserta pejabat lainnya melakukan pembayaran PBB perdana tahun 2022, yang sekaligus menyerahkan SPPT PBB secara simbolik, kepada perwakilan Camat Se-Kabupaten Muna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *