UU Cipta Kerja Permudah Investasi Daerah

oleh
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Kendari. (Foto: Andise SL/EI)

KENDARI – Pengesahan Undang-Undang (UU) No. 11 tentang Cipta Kerja mendorong sistem perizinan yang lebih sederhana. Perizinan kegiatan izin usaha telah diubah menjadi perizinan berbasis resiko.

Salah satu poin yang terkait pelaku usaha dapat bekerja sama dengan modal asing membuat hadirnya Undang-Undang yang dikenal juga dengan Omnibus Law, tentu memudahkan investor yang berencana menanamkan modalnya di daerah.

Setidaknya itu yang disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Kendari, Maman Firman Syah saat dijumpai awak media di salah satu hotel di Kendari, Jumat (17/6/2022)

Kata Maman, selain didukung oleh regulasi Undang-Undang dan peraturan turunanya, pihaknya bersama DPRD juga telah menetapkan Perda Pemberian Insentif dan Kemudahan Investasi pada Maret 2022 lalu.

“Terkait Undang-Undang Cipta Kerja sebenarnya kami pemerintah kota sudah menindaklanjuti terutama kami telah membuat Perda soal kemudahan investasi,” kata Maman.

“Adanya Perda ini, daerah diharapkan memberikan insentif kepada pengusaha-pengusaha yang akan berinvestasi di daerahnya,” imbuhnya.

Berlakunya Undang-Undang Cipta Kerja serta didukung oleh Perda ini, diharapkan membuka keran investasi yang berdampak pada percepatan laju perekonomian.

“Hadirnya Undang-Undang sebenranya malah memudahkan investasi. Sehingga semakin memudahkan, mereka hadir tidak dihadapkan dengan tuntutan-tuntutan pajak, nanti akan dibuatkan regulasi sendiri terkait kewajiban perusahaan yang nantinya telah masuk berinvestasi,” imbuh mantan Kabag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Pemkot Kendari ini.

Maman pun memberikan contoh terkait terbukanya keran investasi di wilayahnya, dimana saat ini, telah ada investasi skala besar pada sektor industri pabrik baterai yang akan dibangun oleh PT Kendari Industri Kawasan Terpadu dengan PT China Construction Yangtze River Indonesia di kawasan Kecamatan Abeli, Kota Kendari.

“Total nilai investasi dalam industri tersebut 1 Miliar USD atau setara dengan Rp1,4 triliun dan Wali Kota Kendari mengapresiasi hal tersebut sebab industri yang akan dibangun ini diperkirakan akan menyerap puluhan ribu tenaga kerja,” ujarnya.

Ditanya soal mekanismie perekrutan tenaga kerja, Maman menyebut pihaknya akan memprioritaskan tenaga kerja lokal, namun tak menutup kemungkinan juga merekrut pekerja tenaga asing.

“Sementara bagi daerah, kita masukan Perumda jadi pemegang saham di perusahaan tersebut untuk memberi PAD ke kas Pemkot. Diharapkan dengan adanya perusahaan ini, pengelolaannya lebih ramah lingkungan utamanya bagi keberlangsungan hidup warga sekitar,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *