LG Investasi Rp142 Triliun Bangun Pabrik Baterai Listrik di Batang

oleh
Jokowi ketika mencoba mesin charger mobil listrik setelah groundbreaking pabrik baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, September 2021 lalu. (AGUS SUPARTO/SETPRES)

BATANG – Indonesia terus memacu pengembangan industri kendaraan listrik di dalam negeri. Investasi dari luar negeri pun mengalir masuk.

Di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Jawa Tengah, kemarin (8/6), Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan pembangunan industri baterai listrik terintegrasi.

Pabrik seluas 275 hektare itu dibangun perusahaan asal Korea Selatan, LG Energy Solution.

Lokasinya berada di fase pertama KITB yang memiliki luas 450 hektare. Nilai investasi yang digelontorkan mencapai Rp 50,6 triliun.

Jokowi menjelaskan, konsorsium LG Energy Solution menjadi yang pertama di dunia. Sebab, perusahaan itu mengintegrasikan industri kendaraan listrik dari hulu sampai hilir. Dimulai dengan penambangan nikel, smelter, pabrik prekursor, pabrik katode, baterai listrik, hingga mobil listrik.

’’Masih ditambah lagi dengan industri daur ulang baterai. Saya ingin menyampaikan terima kasih kepada konsorsium LG yang bekerja sama dengan BUMN Indonesia, perusahaan-perusahaan Indonesia, atas kerja kerasnya sehingga hari ini (kemarin, Red) bisa kita mulai pembangunannya,’’ ujar Jokowi seperti dilansir Jawa Pos Radar Semarang.

Acara itu juga dihadiri Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, serta Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Secara keseluruhan, total investasi LG Energy Solution di Indonesia mencapai Rp 142 triliun. Tersebar di beberapa daerah di Indonesia, tidak hanya di Pulau Jawa. Misalnya, tambang nikel dan smelter di Halmahera, Provinsi Maluku Utara. Kemudian, industri pemurnian, prekursor, dan katode ada di KITB, pabrik baterai di Karawang, dan pabrik mobil listrik di Cikarang. ’’Yang paling saya senang, (industri ini) menyerap karyawan, SDM, tenaga kerja kita 20 ribu orang. Ini jumlah yang tidak kecil,’’ ucapnya.

Dampak positif lainnya dari kehadiran industri-industri di KITB adalah pendapatan negara turut bertambah. Sumbernya dari pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai, hingga pendapatan negara bukan pajak (PNBP). ’’Juga yang berkaitan dengan neraca perdagangan kita akan menjadi baik karena hampir semua orientasinya adalah ekspor,” ucapnya.

Jokowi mengatakan, sebagai negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia, Indonesia diharapkan menjadi produsen utama produk barang berbasis nikel. Misalnya, baterai lithium, baterai listrik, dan baterai kendaraan listrik.

’’Saya minta jajaran pemerintah pusat dan daerah terus memberikan dukungan penuh terhadap proyek ini agar segera terealisasi,’’ tegasnya. Dia yakin pengembangan industri kendaraan listrik mampu menciptakan titik-titik pertumbuhan ekonomi baru.

Presiden LG Energy Solution Lee Bang Soo mengatakan, keseluruhan proyek tersebut akan bekerja sama dengan PT Antam dan Indonesia Battery Corporation (IBC). Pabrik yang dibangun di Batang tersebut merupakan pembangunan industri baterai listrik tahap kedua. Produksinya bakal mencapai 3,5 juta unit dan 200 gigawatt per tahun.

’’Kami akan menggunakan kurang lebih 30 persen dari total area KIT Batang. Total nilai investasi pembangunan pabrik industri ini 3,5 miliar dolar Amerika Serikat. Pabrik di Batang akan memproses 100 ton biji nikel, dijadikan 1 ton nikel sulfat. Artinya, akan menambah value added yang sangat luar biasa,’’ terangnya.

Dia menyampaikan penghargaan sepenuhnya atas dukungan Presiden Jokowi. Lee juga mengungkapkan bahwa proyek itu menempati area seluas 275 hektare di KIT Batang dengan menerapkan teknologi terbaru milik konsorsium LG.

’’Saya hadir di sini dengan visi besar untuk mengembangkan KIT Batang menjadi kawasan industri kendaraan listrik terpenting di Asia Tenggara. Melalui Konsorsium LG, LG Energy Solution akan mendukung KIT Batang menjadi pusat baterai listrik dunia,’’ jelas Lee.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menuturkan, pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik terintegrasi itu akan berdampak besar. Dia memerinci, jika telah terlaksana seluruhnya, investasi hilirisasi yang dilakukan LG akan memberikan nilai tambah sebesar USD 5,18 miliar.

’’Indonesia harus menjadi salah satu negara pemain terbesar ekosistem baterai mobil listrik. Indonesia sudah saatnya berpikir untuk dikenal karena mempunyai sumber bahan baku sel baterai untuk kendaraan listrik,’’ ujar Bahlil.

Sebelumnya, implementasi tahap pertama proyek industri baterai listrik terintegrasi itu terwujud melalui groundbreaking pembangunan pabrik sel baterai kendaraan listrik di Karawang, Jawa Barat, pada September 2021. Bahlil menceritakan, bukan hal mudah merealisasikan investasi besar tersebut. Menurut dia, ada hambatan yang dipicu negara tetangga.

’’Godaannya banyak (karena) kelihatannya sebagian tetangga kita belum ikhlas kalau Indonesia menjadi negara industrialisasi baterai mobil. Banyak sekali pencak silatnya,’’ seloroh mantan Ketum Hipmi itu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *